Monday, June 20, 2016

Catatan Hidup #2 Cari kerja


Dalam postingan yang satu ini rencananya saya akan mengupdate kisah perjalanan saya dalam berburu pekerjaan. Dari lubuk hati yang paling dalam saya berharap bahwa postingan ini tidak akan menjadi sebuah catatan yang panjang terurai. Semoga status pengangguran tidak melekat terlalu lama pada diri ini. Hihihi. Amin.

Jadiii... kira-kira perusahaan manakah yang mendapat kehormatan untuk menjadi perusahaan pertama yang saya lamar?


My first try

Perusahaan tersebut adalah BTN, saya lamar tepat tujuh hari setelah saya resmi bergelar Sarjana Ekonomi, sekitar satu bulan sebelum acara wisuda. Ironis sekali memang, mengingat sedari dulu saya sudah mewanti-wanti diri saya untuk tidak bekerja di perusahaan perbankan. Menurut saya, pekerjaannya terlalu menguras tenaga dan pikiran. Mungkin gajinya lumayan, tapi kelihatannya tidak sebanding dengan rasa penat dan stress yang ditimbulkan. Kelihatannya lho ya, mungkin saja saya salah. No offense!

Singkat cerita, tanpa pikir panjang saya langkahkan kaki menuju salah satu cabang BTN tepatnya di Jl Rasuna Said Padang. Sungguh tanpa keraguan. Prinsip ‘jangan kerja di bank’ yang dulu saya pegang tetiba lenyap, hilang entah kemana. Yang ada di pikiran saya hanyalah bagaimana caranya agar gelar sarjana yang saya peroleh tidak terlalu lama menunggu untuk dipergunakan.

Posisi ODP BTN yang saya lamar dengan modal SKL itu meregang nyawa dengan cepat. Perusahaan yang malang ini rupanya belum cukup beruntung untuk mendapatkan kandidat se-brilian saya. Mereka menyisihkan saya di tahap seleksi administrasi. Kejam sekali.

Tapi mungkin salah satu peristiwa yang akan selalu saya ingat dalam kisah melamar BTN ini adalah hal lucu yang menimpa surat lamaran kerja saya. Maklumlah, pada saat itu saya masih minim pengalaman dan terdesak waktu yang singkat untuk melamar lowongan tersebut. Kurang dari satu hari waktu yang bisa saya gunakan untuk mempersiapkan segala persyaratan, ditambah dengan kecerobohan saya yang cukup membanggakan: terjadilah fenomena ‘lupa edit data diri’.

Kekonyolan yang luar biasa absurd terjadi. Pada kolom data diri di lembar surat lamaran kerja saya terpampang: Jakarta, 5 Desember 1992 sebagai tempat dan tanggal lahir saya. Yap. Itu bukan tanggal lahir saya, melainkan tanggal lahir si pemilik asli dari surat lamaran yang saya kopas. Di ruang tunggu BTN, saya hanya bisa termangu menatap lembaran tersebut karena menyadari sudah tidak ada lagi waktu untuk ngeprint ulang.

Seingat saya, tidak ada lagi pekerjaan yang saya lamar hingga hari-H wisuda.


Hiruk pikuk mengurus ijazah dan transkrip saya lakukan setelah melakukan perburuan gerhana matahari ke Palembang. Sembari mengurus dokumen sakral tersebut saya juga memasukkan lamaran kerja ke instansi-instansi pemerintahan/BUMN diantaranya Pegadaian, OJK, dan BPJS Ketenagakerjaan.

Posisi yang ditawarkan oleh Pegadaian terbilang kurang menarik. Jadi saya tidak terlalu kecewa ketika instansi tersebut tidak mengeluarkan daftar kandidat yang lulus dari kota Padang. WTF? Buat apa dibuka lowongan buat kota Padang kalau ujung-ujungnya digagalkan semua? I don’t know what is exactly happened here, saya anggap saja kalau sayalah yang gagal menemukan lembar pengumuman kandidat Padang diantara pdf-pdf kelulusan kota-kota lain. No problemo lah, ikhlaskan saja. Nah yang membuat saya sedikit kecewa tentu saja si gagah perkasa: OJK.

OJK adalah salah satu tempat berkarir yang favorit, mungkin bukan cuma bagi saya. Prestisenya itu looh.. luar biasa! Katanya sih hanya orang-orang yang benar-benar berbakat yang bisa bekerja disana. Apakah saya termasuk? Of course... not! Huehue.

Tapi tentu saja sebagai seorang pemuda rupawan yang memiliki kapasitas intelegensi yang mumpuni, saya sangat ingin menguji kemampuan saya paling tidak di tahap psikotes/tes potensi akademiknya. Ngga berharap lebih dari itu juga kok. Sayangnya takdir berkata lain, bahkan saya tak diberi kesempatan untuk mewujudkan mimpi tersebut. Goddamit! Ini perusahaan ketiga yang menggagalkan saya pada seleksi administrasi. Kali ini, rasanya sedikit kecewa.

 

Pertama kalinya lulus tes administrasi

Sehari setelah OJK mengumumkan kegagalan saya, tepatnya pada tanggal 2 April Bank Mandiri mengundang saya untuk melaksanakan online assesment. Wuhuuu! Akhirnya ada juga perusahaan yang meloloskan saya dari tahap seleksi administrasi. Secara resmi, inilah tes pertama yang saya ikuti. 

Bermodal laptop dan koneksi internet, ujian tersebut saya kerjakan dengan sepenuh hati di sebuah kamar kecil nan panas yang saya tempati sehari-hari. Entah memang soalnya sulit, atau karena suhu kamar yang tinggi, otak saya rasanya mulai mengalami overheating

Tanpa disangka-tanpa diduga, saya berhasil melewati online assesment tersebut dan diundang untung mengikuti final interview pada tanggal 17 Juni 2016.

Yap, butuh dua bulan untuk menunggu hasil tes ODP Mandiri tersebut. Hanya 1 dari 6 orang peserta pada shift yang saya ikuti berhasil lolos dari final interview tersebut, dan sialnya saya bukanlah 1 orang tersebut. Hihihi.

Nah, pada jeda menunggu pengumuman online assesment Mandiri tentu saja saya juga sempat melamar ke perusahaan-perusahaan lain. BPJS-TK adalah salah satunya. Saya melakukan pendaftaran pada tanggal 9 April. Menunggu dan menunggu setelah mengalami pengunduran lebih dari satu kali, akhirnya BPJS menerbitkan pengumuman hasil seleksinya pada tanggal 26 April. Hasilnya? Lagi-lagi saya gagal di administrasi. Luar biasa.

 Ada juga beberapa lamaran yang saya masukkan di sebuah jobfair di UPI-YPTK Padang. Seingat saya diantaranya ada BNI Life, Indomobil, CIMB Niaga, Garuda Organizer, dan... rasanya cuma itu sih, udah lupa. Perusahaan-perusahaan yang saya lamar pada jobfair tersebut sama sekali tidak ada yang memberi kabar, entah memang mereka cuma iseng buka lowongan atau memang saya yang lagi-lagi tidak lolos tahap administrasi. Huehue.


Tes tertulis pertamaku

Pengalaman pertama mengikuti tes tertulis 'in real life' (bukan online test) datang dari salah satu perusahaan pembiayaan bernama BFI Finance. Yuhuu... campus hiring, sama seperti BAF yang sudah saya tolak sebelumnya karena sedang dalam perburuan gerhana matahari. 

Kalender menunjukkan tanggal 14 April pada saat itu. Tentu saja saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang tersedia. Meskipun saya tidak tertarik untuk bekerja di perusahaan ini, tentu saja berbagai macam tes yang tersedia harus saya ikuti untuk menambah pengalaman tes saya yang masih minim. Alhamdulillah tahap awal berhasil saya lewati dan menyisakan 20 pesaing untuk tahapan selanjutnya yaitu Focus Group Discussion

Dari 20 orang yang lulus ke tahap FGD, tidak semuanya berminat untuk mengikuti tes tersebut. Tentu saja hal ini sedikit mengecewakan bagi saya karena ternyata terlalu sedikit yang memutuskan untuk bertarung, seingat saya pada saat itu peserta tes yang datang tidak mencapai 15 orang. Bagaimanapun, saya tetap bertekad untuk maju dan mengalahkan mereka yang datang. Veni, vidi, vici.

Berhasil! Inilah pengalaman pertama saya lulus hingga ke tahap paling akhir. Setelah berdiskusi cukup matang bersama keluarga dan teman-teman dekat, saya putuskan untuk tidak menandatangani kontrak kerja dengan perusahaan tersebut karena satu dan lain hal. Yap, peluang pertama yang saya lewatkan.

Yuk lanjutkan perburuan!

Panggilan tes berikutnya masih dari campus hiring Universitas Andalas, dan kali ini perusahaan yang berpartisipasi adalah CIMB Niaga. Luar biasa! Lamaran yang saya masukkan di jobfair UPI tidak digubris dan perusahaan ini malah mengadakan campus hiring di Universitas saya sendiri. Ruangan tes yang dipakai masih sama dengan ruangan yang dipakai BFI yaitu ruang seminar gedung F. Agak sedikit bergairah kali ini, karena pesertanya sekitar 2-3 kali lebih banyak daripada tes sebelumnya. 

Meskipun pesertanya lebih banyak, ternyata soal tes yang diuji tidak lebih sulit. Sejauh ini, soal psikotes perusahaan inilah yang menurut saya paling mudah untuk dikerjakan. Sempat pesimis juga sih, karena beranggapan semua orang juga merasakan kemudahan yang saya rasakan. Syukurnya, firasat tersebut salah dan siang hari itu juga saya melanjutkan tes ke tahapan berikutnya yaitu FGD. Di tahap inilah perjalanan saya berakhir. Tidak ada kabar sejak saat itu, dan anehnya teman-teman seperjuangan saya juga mengalami hal yang sama.
 
April berlalu dan Mei pun sudah mendekati ujungnya. Pada tanggal 23 Mei saya mengikuti walk in interview yang diselenggarakan oleh PT Mega Finance. Lagi-lagi ruang seminar gedung F menjadi saksi perburuan saya. Kali ini peserta yang datang sudah jauh lebih banyak dari sebelumnya, sekitar 265 orang. Mungkin nama besar CT Corp besutan Chairul Tanjung ini lebih menggugah selera para job seeker Universitas Andalas dibanding perusahaan-perusahaan sebelumnya.

Cukup kaget awalnya, karena tahapan pertama dari seleksi  yang dilakukan oleh pihak Mega Finance sama sekali tidak sesuai dengan ekspektasi saya. Jujur, menurut saya tahap ini dilakukan dengan tidak profesional. Satu orang interviewer mewawancarai 8-15 orang pelamar. Hmm... menurut saya 3-5 orang masih bisa dimaklumi, tapi 8 orang? 15 orang? 

Masing-masing kandidat hanya diberi kesempatan memperkenalkan diri dan menyebutkan latar belakang pendidikannya, mungkin hanya dua atau tiga kalimat yang bisa kami sampaikan sebelum pertanyaan digilir kepada kandidat yang lain.

Alasannya sih karena waktu yang tersedia tidak sebanding dengan banyaknya peserta tes yang datang. Yasudahlah, anggap saja alasan tersebut bisa ditoleransi. Kabar bahagianya, dari proses seleksi tahap awal yang kurang memuaskan tersebut, saya dinyatakan lolos ke tahap FGD.

Seperti biasa, saya bukan individu yang mencolok dalam tes-tes berbau diskusi grup seperti ini. Saya hanya menyampaikan sepatah dua patah kata, tanpa ada hasrat untuk membantah atau beradu argumen dengan kelompok-kelompok lain. Saya sibuk menonton masing-masing kandidat menunjukkan kebolehannya masing-masing dalam berbicara dan berdebat. Tak ada keinginan untuk menimpali atau tampak lebih unggul.

Ternyata sedikit bicara bukan berarti tidak bermakna. FGD telah menyisihkan lebih banyak lagi kandidat, dan saya masih berada pada posisi aman. Saya berhasil melanjutkan proses seleksi ke tahap wawancara. Nah, di tahap ini saya mulai bingung. Wawancara apa? Bukankah ada tahapan psikotes terlebih dahulu seharusnya?

Pertanyaan saya terjawab pada saat interviewer kami (yang ternyata adalah Regional Manager dari PT Mega Finance) menanyakan perihal psikotes pada penanggungjawab rekrutmen Padang. Jawabannya cukup menggelikan, peserta tes yang datang ternyata melebihi prediksi sehingga kertas untuk psikotes tidak memadai. Haduh! Lagi-lagi alasan yang mengecewakan.

Syukuri saja, mungkin keteledoran dan kekeliruan itulah yang membuat saya masih terus mendapat kabar baik hingga ke penghujung penyisihan. Alhamdulillah, saya diundang untuk mengikuti medical checkup pada tanggal 13 Juni 2016 yang menandakan bahwa saya dinyatakan layak untuk berkarir bersama Mega Finance. Saya sudah bosan menganggur, bulatkan tekad dan dengan mengucap bismillah, inilah dia perusahaan beruntung yang berhasil mendapatkan saya: MEGA FINANCE!


Akhirnya kerja

Dunia kerja saya awali dengan menjadi peserta Officer Development Program PT Mega Finance angkatan IX batch 6, yang beranggotakan 15 orang pemuda-pemudi terbaik dari Padang dan Yogyakarta. Total kandidat yang mengikuti seleksi di dua kota tersebut mencapai 500 orang, syukurlah saya termasuk dalam 15 orang yang diangkut untuk bekerja disini.


Cerita suka dan duka saya dalam meniti karir sebagai anak ODP Mega Finance mulai dari tanggal 26 Juli 2016 insyaallah akan saya liput dalam postingan khusus. Postingan yang ini khusus buat pengalaman nyari kerja aja ya. Wkwkwk. 
Baca juga: Catatan Hidup #4 Seleksi ODP Mega Finance
Lanjut! Kurang dari dua bulan setelah saya mulai bekerja di Mega Finance, Bank Indonesia dan Peruri buka lowongan lho. Dua-duanya menggunakan jasa PPM Management dalam proses recruitment. 

Tentu saja tanpa pikir panjang saya langsung daftar pada tanggal 11 September 2016. Tak perlu menunggu lama, pada tanggal 21 September BI mengumumkan bahwa saya dinyatakan gagal melewati seleksi administrasi, dan keesokan harinya datang berita yang sama dari Peruri. Apa yang salah dengan file administrasi saya ya? Wkwkwk.

bersambung...
Read More

Monday, June 6, 2016

Penyebab Komputer Lemot dan Solusinya

Entah mengapa akhir-akhir ini saya merasa ditimpa kesialan yang cukup mengesalkan berhubungan dengan perangkat elektronik yang saya miliki. Setelah si hape kesayangan terkena ebola dan pada akhirnya siuman dengan kondisi yang tidak prima, kali ini si laptop ikut meminta perhatian. Lag, lag, lag. Walaupun tidak sedang melakukan aktivitas berat, laptop ini seolah tak mampu untuk berjalan tanpa ngos-ngosan.

Fenomena tidak menyenangkan ini membawa saya ke sebuah blog yang bernama catatanteknisi.com untuk mengetahui kira-kira apa saja penyebab laptop yang kita pakai bisa jadi lemot, dan apa saja hal yang bisa kita lakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Ini dia 10 hal yang bisa menyebabkan komputer menjadi lemot

komputer lambat


Tentu saja untuk memperbaiki performa pc ataupun laptop yang rasanya semakin memburuk diperlukan perawatan secara berkala dan juga beberapa tune-up sederhana. Bila memang diperlukan langkah install ulang windows atau upgrade komponen hardware bisa jadi solusi tepat agar kinerja komputer tetap optimal.


Berikut 10 Penyebab komputer lambat dan cara mengatasinya.

1. Komputer lambat karena kekurangan Memory
Masalah komputer lambat karena minimnya RAM yang terpasang merupakan hal yang umumnya sudah diketahui oleh semua pengguna komputer.

Untuk itu cobalah cek kapasitas memory yang terpasang, untuk komputer sekelas Intel Pentium 4 dengan OS Windows XP dan aplikasi standar sebaiknya upgrade-lah memory menjadi minimal 2 GB. Bagi yang ingin membeli komputer atau laptop baru saya sarankan untuk menggunakan Processor sekelas Intel Core i5, RAM minimal 4 GB dengan sistem operasi Windows 7 64 bit.

2. Komputer lambat karena terlalu banyaknya program yang terinstall.
Secara pribadi saya sering menemukan komputer terutama milik pribadi yang di-install bermacam-macam program didalamnya, padahal aplikasi tersebut jarang atau bahkan tidak pernah digunakan sama sekali.

Periksalah program apa saja yang terinstall dikomputer dengan cara klik Add/Remove Program di Control Panel dan un-install program-program yang hanya menjadi "accesories" tersebut.

3. Komputer lambat karena terlalu banyak startup programs dan service yang berjalan.
Hal ini berkaitan dengan point no 2, semakin banyak program yang terinstall, semakin banyak pula program dan service yang akan dijalankan ketika windows startup.

Untuk menonaktifkan startup program dan service yang berjalan otomatis tersebut, masuklah ke "System Configuration Utility" dengan cara ketik: msconfig pada menu run, kemudian pada tab service dan startup lakukan uncheck terhadap aplikasi-aplikasi yang tidak diperlukan.

Untuk melihat aplikasi apa saja yang sedang berjalan, kita bisa menggunakan tool Process Explorer. Dengan tool ini kita dapat melihat dan menonaktifkan (kill) aplikasi apa saja yang tidak diperlukan atau dicurigai sebagai virus.


Process Explorer


Download Process Explorer disini

4. Komputer lambat karena Temporary File yang sudah membengkak
Penyebab komputer lambat yang ke empat adalah sudah membengkaknya file-file temporary (sementara). Lokasi file temporary ini adalah sebagai berikut:

  • Windows XP :  C:\Documents and Settings\\Local Settings\Temp 
  • Windows 7    :  C:\Users\\AppData\Local\Temp
Untuk membersihkannya, delete-lah file-file yang terdapat di kedua lokasi tersebut atau jalankan program Disk CleanUp dengan cara klik start-run, ketik: "cleanmgr" lalu pilih drive yang akan di-cleanup. Selain itu Anda juga bisa mencoba software JetClean untuk mempercepat komputer dengan cara membersihkan file-file dan registry yang tidak diperlukan.

5. Komputer lambat karena terlalu banyak program yang berfungsi sebagai "security program"
Security program seperti program antivirus dan firewall merupakan aplikasi tambahan yang harus ada pada komputer, tetapi janganlah terlalu berlebihan misalnya dengan menginstall 2-3 program antivirus sekaligus.

Untuk masalah security windows, yang terpenting adalah lakukan update, aktifkan windows firewall dan gunakan antivirus yang tidak membebani komputer seperti misalnya Avast Antivirus serta berhati-hatilah ketika menggunakan USB Flashdisk / Memory Card.

6. Komputer lambat karena masalah pada hardisk

Hardisk merupakan komponen kedua setelah RAM yang bisa menyebabkan komputer menjadi lambat. Masalah Komputer lambat yang disebabkan oleh hardisk ini diantaranya karena:
- hardisk low space
- hardisk yang terfragmentasi
- hardisk yang sudah lama, sehingga rpm-nya menurun
- hardisk error / bad sector

Cara mengatasi komputer lambat karena masalah pada hardisk diatas adalah:
- upgrade kapasitas hardisk dengan menambah atau ganti hardisk
- lakukan defragmenter pada hardisk secara berkala
- hindarkan hardisk dari debu, goncangan dan panas berlebih.
- perbaiki kerusakan pada hardisk dengan tool checkdisk.

Apabila Anda mempunyai budget lebih, saya sarankan untuk mengganti hardisk yang terpasang dengan SSD (Solid State Drive).

7. Komputer lambat karena adanya virus, malware atau spyware pada komputer.
Apabila komputer kita sudah terlebih dahulu terserang virus atau malware, maka sebaiknya jalankan Windows Safe Mode, matikan fasilitas system restore dan gunakanlah program Virus Cleaner seperti misalnya Norman Malware Cleaner untuk membersihkan virus atau malware tersebut dan lakukan pula update pada sistem operasi.

8. Komputer lambat karena System Files ada yang corrupt atau bahkan hilang.
Biasanya terjadi setelah komputer terinfeksi virus dan file-file yang terinfeksi tersebut terlanjur rusak atau terdelete oleh antivirus. Solusi yang paling gampang adalah dengan merepair sistem operasi yang digunakan.

9. Komputer lambat karena masalah hardware overheat.
Hardware overheat baik itu terjadi pada hardisk, vga card, processor atau cpu secara umum bisa menyebabkan menurunnya kinerja komputer yang pada akhirnya komputer menjadi hang, lambat atau bahkan  sering restart. Untuk itu pastikan sirkulasi udara pada bagian dalam CPU berjalan dengan baik begitu juga pada fan (kipas angin) harus bersih dari debu dan dapat berputar dengan lancar.

10. Komputer lambat karena adanya masalah konektifitas pada jaringan / network

Hal ini bisa terjadi karena trafic jaringan yang tinggi, hub atau switch yang hang atau adanya virus yang mencoba masuk ke sistem komputer kita. Untuk mengatasinya, coba lepas dan pasangkan kembali konektor RJ45 pada LAN Card atau Roset LAN, restart Switch / hub dan gunakan program Port scanner untuk melihat packet data apa saja yang masuk dan keluar dari komputer kita. 

Sumber: catatanteknisi.com
Read More

Saturday, June 4, 2016

Catatan Hidup #1 Nganggur

Setelah sekian lama blog saya yang satu ini tidak tersentuh, akhirnya pada Sabtu yang damai ini saya putuskan untuk menuliskan sebuah catatan hidup saya yang... mungkin tidak terlalu penting untuk disimak. Maka dari itu, saya ingatkan pada anda semua yang memiliki kegiatan lain yang lebih bermanfaat: bergegaslah meninggalkan halaman ini. 


Tiga bulan menganggur

Sebagai seorang civitas academica yang sudah menamatkan pendidikan  pada akhir Februari yang lalu, artinya pada saat saya menuliskan catatan ini saya sudah menganggur sekitar tiga bulan. Lebih dari tiga bulan malah, karena setelah saya kalkulasi kembali ternyata hari ini adalah hari ke-97 jika dihitung dari ‘the graduation day’. Huwalah... sembilan puluh tujuh hari tanpa menjalani rutinitas yang menyebalkan ternyata sama sekali tidak seindah yang saya bayangkan. Boring!

Mungkin memang beginilah yang dirasakan oleh para pengangguran veteran. Sembilan puluh tujuh hari sih mungkin belum ada apa-apanya bagi mereka. Mungkin saya belum pantas untuk memaki dan mengutuk rasa bosan ini. Too soon, kid! Too soon...

Meskipun seandainya seluruh manusia di dunia ini setuju bahwa saya belum tau apa-apa perihal ‘rasa bosan menganggur’ tetap saja hal tersebut tidak akan menghentikan saya untuk terus menggerutu dalam tulisan ini. Benar, ada satu pokok permasalahan yang benar-benar mengganggu saya dan ingin saya sampaikan disini, yaitu terbuangnya waktu secara sia-sia.

Tidak seharusnya hari-hari yang begitu lapang waktu luangnya berlalu begitu saja. Ada yang salah disini. Dan pastinya, ini bukan salah orang lain. Kembali saya buka catatan  kecil yang telah saya susun jauh-jauh hari sebelum saya resmi berstatus pengangguran. Wow, ternyata memang banyak rencana-rencana yang tidak terlaksana sebagaimana mestinya. Kendalanya klasik sekali yaitu: ketidakdisiplinan.




Kesibukan atau murni kemalasan?

Dulunya, ada banyak hal yang terbengkalai saya pelajari karena kesibukan di kampus beserta godaan-godaan yang memang tak terelakkan seperti indahnya kegiatan hura-hura anak muda. Saya pikir semua kelalaian tersebut bisa saya tebus ketika saya berada di fase yang sekarang ini, fase nganggur. Itulah alasan sederhana mengapa saya menciptakan sebuah catatan yang berisi hal-hal yang harus saya lakukan pada saat saya memiliki waktu luang setelah tamat nantinya.

Mungkin tidak semua yang saya tulis adalah hal-hal penting yang harus dipelajari. Sebut saja belajar berenang dan belajar nyetir. Dua kebutuhan tersebut sebenarnya sama sekali tidak mendesak, toh besar kemungkinan saya tidak akan menjadi seorang pelaut ataupun supir. Tapi ya... bicara tentang 97 hari yang terbuang, bukankah seharusnya saya sudah bisa nyetir kalau setidaknya saya latihan dua kali seminggu? Harusnya malah udah jago, karena sebenarnya saya cuma butuh sedikit polesan lagi. Tapi pada nyatanya? Nihil.

Belum lagi jika kita membahas hal-hal yang sedikit lebih serius yang sebenarnya mungkin saja bisa berguna buat kehidupan saya di masa depan. Bahasa inggris contohnya. Apapun profesi saya nantinya, saya berambisi untuk menguasai paling tidak bahasa asing yang satu ini. Dahulu mungkin mereka yang bisa bahasa inggris memiliki nilai tambah yang bisa meningkatkan nilai jual mereka, tapi saya yakin suatu saat akan tiba masanya dimana setiap individu wajib menguasai bahasa ini, sehingga mereka yang tidak memiliki kemampuan di bidang inilah yang nantinya malah diberi nilai minus. Saya harus bisa. Saya harus bisa! Tapi tanpa usaha? Tentu saja hanya akan menjadi mimpi di siang bolong. Lagi-lagi nihil.

Belajar saham juga mengalami nasib yang sama. Sejak mempelajari saham di bulan April tahun lalu, saya mulai menyadari bahwa saya memiliki ketertarikan yang cukup dalam pada topik yang satu ini. Saya menikmati pelajaran-pelajaran tentang saham yang saya dapatkan dari buku dan juga situs online bersangkutan. Tapi lagi-lagi terhambat karena memang kehidupan kampus dan hura-hura yang saya sudah saya ceritakan sebelumnya tidak gampang untuk dikesampingkan. Seharusnya ini menjadi momen untuk belajar saham lagi, melanjutkan pelajaran yang sempat tertunda. Tapi lagi-lagi berujung pada penyesalan tentang waktu yang terbuang.




Aaargh!! Ternyata lumayan banyak hal-hal yang saya rencanakan tidak berjalan sesuai keinginan. Saya harusnya mempelajari teknik SEO dan blogging, menguasai Office terutama excel, meningkatkan ilmu marketing agar onlineshop saya laku, belajar psikotes yang giat untuk menaklukkan persaingan di dunia kerja, dan masih banyak hal lain! Namun semuanya bernasib sama. Sama-sama mimpi belaka.

Kesal sekali rasanya. Semoga tulisan ini dapat mengingatkan saya kembali bahwa kelemahan terbesar yang saya miliki telah mengalahkan saya dengan telak dalam tiga bulan terakhir ini. Semoga belum terlambat untuk menyadarinya.


TAMAT
Read More